Advertisment

RIM Maksimalkan AppWorld Untuk Pertahankan Pasar di Indonesia


Selain banyak faktor kelemahan di layanannya, RIM (Research In Motion) selaku produsen BlackbBerry asal Kanada ini juga dikabarkan ‘Bangkrut’ di negara asalnya. Hal ini lah yang terindikasi mulai banyaknya pengguna yang meninggalkan BlackBerry. Namun, di Indonesia RIM tetap berusaha eksis dengan melakukan beragam cara.

Misalnya, dengan membesut produk murah meriahnya, yakni BlackBerry Curve 9220 dan 9230 yang cukup mendapat respon positif dari konsumen.  Setidanya, dengan strategi tersebut RIM meletakkan image bahwa perangkat BB tak semata digunakan oleh orang yang berkecukupan saja.

Selain itu, di Indonesia RIM juga memberikan solusi pembelian BlackBerry dengan sistem kredit lewat program “BlackBerry Terjangkau”. Di program ini, RIM menggandeng lembaga leasing seperti Adira, hingga perusahaan perbankan seperti BCA dan BNI yang menawarkan cicilian nol persen saat membeli produk BlackBerry menggunakan kartu kredit dari bank tersebut.

RIM juga memperkuat pasarnya dengan merangkul para pengembang aplikasi lokal untuk dibenamkan pada App World-nya.  Hal ini untuk mengatasi kejenuhan pengguna BlackBerry yang merasa aplikasi bawaannya kurang variatif.

Sesuai data RIM, kini sudah 99.500 aplikasi di BB App World, dengan jumlah unduhan perbulan mencapai 177 juta. Menurut Director of Marketing RIM Indonesia Eka Anwar mengungkapkan hingga Januari 2012 RIM memperoleh  2 miliar unduhan.

Untuk itu RIM memberikan iming-iming pada developer aplikasi lokal dengan memberikan imbalan 10 ribu USD bagi pembuat aplikasi yang berkualitas.

“Saat ini kami fokus bekerja bareng dengan developer aplikasi lokal. Tiada lain tujuannya yakni untuk membuat aplikasi di AppWorld sesuai platform BB. Sekaligus kami update untuk mengenal system kinerja baru yang nantinya diharapkan akan mampu mengembangkan BB di versi 10″, tegas Eka. (AE/bbs/thePONSEL)